Hari ini kulihat dirimu tengah menangis lagi di sudut ruangan yang
berselimutkan warna putih, meringkuk dengan memeluk kedua kaki dan
menenggelamkan wajah di antara kedua lututmu. Di pergelangan tanganmu
tampak memar bekas ikatan, bintik-bintik merah bekas tusukan jarum infus
juga bertebaran di kedua lenganmu.
Mungkin tak ada yang
menyadari, kalau kau, gadis kecil yang kulihat datang ke tempat ini lima
tahun yang lalu perlahan mulai berubah. Dirimu mulai terlihat bagai
boneka yang rusak, aku tak mampu membayangkan keputusasaan yang kau
rasakan setiap harinya. Aku tak tahu apa yang membuatmu dapat terus
bertahan dan terus hidup melalui semua ini.
Read more: http://ceritapendekhoror.blogspot.com/2012/11/cerpen-horor-vessel.html#ixzz2Cqozjn2J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar